Monday, May 31, 2010

TAKDIR a.k.a. FATE

Suatu hari, seperti hari-hari biasanya, didepan 2 layar monitor yang menguras 2 pasang mata, dengan 2 telinga mencoba mengasingkan diri dengan beratus lagu dalam playlist yang berlompatan secara random, secara tidak sengaja (lebih tepatnya, TAKDIR), lagu ini diputar.

Teringat masa-masa dimana mengayuh sepeda merah selama tidak kurang dari 30menit di naik-turun-nya jalanan Bandung, antara Gunung Batu dan Dago, ditemani lagu ini pula.

2 tempat yang berbeda -Bandung dan Toyohashi- 2 keadaan yang mungkin tidak jauh beda, antara Tugas Akhir dan Tesis.



Takdir
by Opick feat Melly G.

Lyric:
Dihempas gelombang, dilemparkan angin
Terkisah bersedih, bahagia di indah dunia yang berakhir sunyi
langkah kaki di dalam rencananya

Semua berjalan dalam kehendaknya
Nafas, hidup, cinta dan segalanya

Dan tertakdir menjalani segala kehendakmu ya Rabbi
Ku berserah, ku berpasrah, hanya padamu ya Rabbi

Bila mungkin ada luka coba tersenyumlah
Bila mungkin tawa coba tawa bersabarlah
Karena air mata tak abadi, akan hilang dan berganti

Bila hidup hampa dirasa, mungkinkah hati merindukan Dia
Karena hanya denganNya hati tenang
damai jiwa dan raga

Translation:

Slammed by wave, thrown by wind
Being sad and happy in the beautiful world that ending lonely
walking on Allah's paths

All working on Allah's plans
Breath, life, love and everything

And fated to do all Your will, dear Rabb
I surrender, give myself, only to You, dear Rabb

If there's any hurt, try to smiling
If there's any laugh, try to be tender
Because tears not stay forever, will gone and disappear

If life feels so empty, maybe our heart longing for Allah
Because just when with Allah, our heart restful
peaceful, body and soul

Note:
- Rabb/Rabbi is one of name for Allah, It can't be change.
- the last part, originally said [soul] then [body] to gives point that your soul is more important than your body.

Monday, January 25, 2010

Ema Malangbong

2 tahun yang lalu, tepatnya 6 Januari 2008, Sa mereasakan kehilangan untuk pertama kalinya. Saat sakitnya datang, Sa masih bisa menemani. Saat jenazahnya akan dikebumikan, Sa masih bisa ikut memandikan dan menyolatkan.

Kali ini, saat jauh dari rumah, sekedar kata "maaf" dan "terima kasih" tidak sempat Sa utarakan.

Innalillahi wa inna ilaihi raji'un.
Semoga Allah merahmati jiwanya,
mengganti kesabarannya di dunia
dengan rahmat tak terkira di kubur dan akhiratnya.

Ema Malangbong

Wanita paling sabar yang pernah Sa temui di dunia ini. Nada suaranya tidak pernah meninggi, tak pernah mengeluh, tak pernah Sa liat beliau bermuka masam, hanya tersenyum. Bahkan bercerita bahwa [2 gigi depannya tiba2 copot] dengan wajah ceria.
Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu kecuali oleh orang-orang yang sabar" (Al Qashash: 80)

Dalam dunianya, dirinya ditempatkan selalu pada tempat paling akhir, Itsar. Sejauh mana kau bisa memikirkan orang lain terlebih dahulu, daripada dirimu sendiri, dalam hal urusan dunia? Saat pulang ke Malangbong, Garut, paling gampang cari Ema. Pasti ada di dapur dengan tungku masak tradisionalnya. Tapi sekarang tidak akan ada lagi [sambel Ema Malangbong] yang cuma Ema yang bisa buat.

Sungguh beruntung orang-orang yang bisa meninggalkan kebaikan saat dia meninggalkan dunia ini.

Thursday, October 15, 2009

Look around and listen to your heart

Love? Ah, Sa kurang ngerti sama hal semacam ini. Tapi mungkin yang akan Sa tulis sekarang akan menyerempet-nyerempet ke masalah itu.

Sa benar-benar ga ngerti dengan yang terjadi sekarang ini. Banyak orang yang mudah untuk memutuskan untuk mencintai seseorang atau berhenti mencintai seseorang dengan alasan yang terlalu sederhana. Suka, bosan, menyenangkan, "dingin", peduli, cuek, ...... makin tak mengerti aku dengan dunia ini.

"Sebenarnya si Nisa ini mo ngomongin apa sih?" "Ntah" Mungkin cuma penyair lagu yang bisa mengungkapkan apa yang ada diotaknya dengan benar dan tepat. Tanpa memaksakan presepsi pribadi pada pendengarnya.

Saat ini Sa lagi suka dengan 2 lagu. Maaf, tapi 2-2nya adalah lagu berbahasa Korea. Tapi tenang aja, sudah ber-subtitle koq. Ibarat DJ radio, Sa mau mendedikasikan lagu ini pada 2 macam orang yang berbeda.

[1]
The Girl Who Can't Break Up, The Boy Who Can't Leave by LeeSsang



credits:
kpopsubs@Youtube

Lagu ini untuk orang-orang yang sedang berpikir untuk menyerah akan cintanya. Atau memang merasa bosan dan ingin cari yang baru. YEAH, I told you, you will not get enough!!!

LeeSsang: 2 orang ini luar biasa artist. Muka boleh biasa, tapi hasil kerjanya luar biasa. Sa jadi nge-fans. GIL, keep fighting!


[2]
Where U At - Taeyang (BigBang)



credits:
kpopsubs@Youtube

Lagu ini buat siapa saja yang mulai "bosan" menunggu dan mungkin mulai putus asa. [Sabar kawan, U know who U are ^^] Enjoy aja. Masih banyak lagu macam begini, so just be happy.

Taeyang: young man with attitude (kalo bahasa kerennya) bener-bener orang baik meski berada di dunia Kpop ^^

Tuesday, October 13, 2009

Cut Down



Mukya ~ T_T

Sa punya pohon favorit di kampus (ITB), pohon beringin yang ada di antara Labtek 7 (Farmasi) dan Gedung PLN. Dan saat tadi Sa lewat daerah sana, ternyata pohon besar itu tiba-tiba saja menghilang. Yang ada tinggal sisa akar yang muncul ke tanah dan sedikit batang bagian pangkal. Sakit hatiku.....

Sa paham kalo kadang-kadang pohon disekitar jalan raya harus ditebang batangnya, apalagi saat musim hujan seperti sekarang, karena jika batangnya roboh bisa membahayakan orang yang melintas. Tapi untuk kasus pohon ini, seharusnya tidak ditebang. Pohon ini masih kuat dan belum ada tanda-tanda tua yang kemungkinan akan roboh batangnya saat hujan datang.

Perbuatan siapa ini? Kebijakan siapa ini? Menurut Sa itu tindakan yang bodoh. KEMBALIKAN POHON KU!!!!! heu....hu....hu...... T_T

Thursday, September 10, 2009

Monday, July 27, 2009

Yukata

Sewaktu pertama kali pegang, trus dikeluarin dari bungkusnya, Sa bingung bagaimana cara pakainya, apalagi cara pakai Obi.


Sebenernya Sa sudah coba cari-cari manual bagaimana menggunakan Yukata. Tapi agak bingung dengan tahapan-tahapannya. Setelah itu nemu video yang lebih bagus cara menjelaskannya. Akhirnya Sa bisa juga pake Yukata.


Tampak Depan






Tampak Belakang





Bagus khan bentuk pitanya ^^

Sunday, July 26, 2009

Beasiswa Voucher ITB

Pada dasarnya, beasiswa ini diadakan untuk mendukung pelaksanaan penelitian di lingkungan ITB. ITB memerlukan resource peneliti untuk melaksanakan penelitian di dalam ITB sendiri. Oleh karena itu munculah beasiswa voucher yang setidaknya dapat menarik minat lulusan S1 ITB untuk melanjutkan S2 di ITB lagi.


Sebelumnya, beasiswa ini hanya meng-cover biaya SPP, tanpa biaya SKS. Tapi, jika seperti itu, beasiswanya jadi hanya sekedar “icip-icip” aja karena dari keseluruhan biaya 1 semester, porsi biaya SKS menyumbang presentasi paling besar dari keseluruhan biaya. Hampir 2/3nya jika teman-teman masuk ke teknik elektro (kurang tau juga kalo di prodi yang lain). Oleh karena itu, mulai beberapa tahun yang lalu (kurang tahu juga tepatnya mulai kapan), beasiswa voucher meng-cover SPP maupun SKS tiap semester. Dengan kata lain, semua biaya sekolah 1 semester, gratis ^_^ Seneng kan kalo denger yang gratis-gratis.


Periode beasiswa ini bermacam-macam. Normalnya, untuk S2 diberikan selama 2 tahun dan S3 untuk 3 tahun. Beasiswa ini bisa diperpanjang dengan alasan yang dianggap memenuhi syarat (nah bagian ini Sa belum punya informasi jelasnya). Diantara pergantian tahun pelajaran akan diadakan evaluasi penerima beasiswa ini. Meski beasiswa ini berlangsung 2 atau 3 tahun, bisa saja ditengah jalan diberhentikan jika si penerima beasiswa mempunyai IP


Sekarang tinggal bagaimana cara mendapatkan beasiswanya, khan........


Pertama, kita harus paham dahulu prinsip utama dari beasiswa ini sehingga strategi yang harus diambil akan semakin jelas. Prinsip utama voucher adalah:

[1] ditujukan untuk mendukung penelitian: sebelum mengajukan beasiswa voucher, pastikan nama kawan-kawan sudah atau akan tercantun dalam penelitian yang sedang dilakukan oleh salah satu dosen ITB. Point ini hukumnya WAJIB jika ingin bisa dapat beasiswa voucher. Jadi jika belum ikut penelitian dosen ITB, segera cari ^^

[2] beasiswa ini dapat diajukan oleh mahasiswa yang telah terdaftar sebagai mahasiswa magister, bukan untuk calon-mahasiswa-magister. Salah satu syarat dokumen yang harus disertakan saat pendaftaran beasiswa adalah surat keterangan bahwa kita telah diterima sebagai mahasiswa magister di ITB. Nah lho?! Pasti point [2] ini banyak yang dipertanyakan. Sabar, Sa jelaskan dibagian lain tulisan ini.

[3] beasiswa diajukan oleh ketua prodi, bukan oleh mahasiswa magister yang bersangkutan. Tapi biasanya ketua prodi malah tidak-tahu-menahu masalah beasiswa. Yah pada intinya sih kita tinggal menjelaskan bahwa kita butuh “tanda-tangan” ketua prodi untuk beasiswa ini dan memastikan nama kita tercantum dalam list atau daftar mahasiswa-magister-calon-penerima-beasiswa-voucher yang diajukan oleh prodi masing-masing ke LPKM.


Jika sudah paham kira-kira “wajah” dari beasiswa voucher, kawan-kawan tinggal meminta formulir pendaftarannya di LPKM yang saat ini letaknya di Basement, Gedung Campus Center Barat. Tinggal ikuti petunjuk dan langkah yang tertera pada formulir tersebut.


Seperti yang telah Sa singgung sebelumnya pada point [2] di atas, pasti ada pertanyaan besar yang menghinggapi pikiran kawan-kawan.

*Untuk bisa mendapatkan beasiswa, kita harus terdaftar sebagai mahasiswa.

**Sedangkan untuk bisa jadi mahasiswa harus bayar biaya pendaftaran terlebih dahulu.

***Padahal daftar beasiswa khan sebagai modal bayar pendaftaran..... @_@ Nah bingung khan!


Bagi kawan-kawan yang tabungannya sudah sampai ke dasar dan harga diri terlalu tinggi untuk minta uang pada orang tua, hal di atas jadi masalah yang susah dicari jalan keluarnya. Sebenarnya mudah saja ^_^


Bagi kawan-kawan yang belum tahu, sebenarnya di ITB terdapat fasilitas penundaan bayar SPP sampai maksimal 1 semester. Dan luar biasanya, fasilitas ini juga dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa magister yang baru akan mendaftar. Penundaan pembayaran SPP ini dapat dilakukan dengan cara mengisi formulir penangguhan yang telah disediakan oleh LPKM. Formulir ini biasanya sudah bisa diambil di LPKM pada 2 minggu sebelum deadline pembayaran SPP.


Sebenarnya ada 2 jenis penangguhan SPP, yaitu:

[1] penangguhan akibat tidak mempunyai dana pada waktu yang ditentukan, alias memang sedang tidak punya duit, dan

[2]penangguhan akibat keterlambatan pencairan beasiswa


Bagi kawan-kawan yang akan mengajukan beasiswa, penangguhan yang dilakukan adalah penangguhan [1]. Sedangkan penangguhan [2] hanya ditujukan untuk mahasiswa yang sudah memiliki kepastian bahwa akan menerima beasiswa yang dapat dibuktikan dengan dokumen legal seperti SK (Surat Keputusan) atau surat kontrak beasiswa. Dua jenis penangguhan ini memiliki formulir yang berbeda, jadi pastikan formulir yang berada di tangan kawan-kawan adalah formulir yang tepat.



Berbagai bentuk komentar dan pertanyaan Sa harap bisa diposting di bagian comment blog http://aksayurikara.blogspot.com



EDITED:

Ada kabar terbaru dari kawan-kawan Sa yang sekarang sedang mengusahakan beasiswa Voucher. Ada perubahan peraturan, ternyata sekarang tidak bisa dilakukan penangguhan untuk calon-peserta beasiswa voucher.

Akhirnya perlu punya modal sendiri dan baru "diganti" jika sudah dapat beasiswanya.